pialadunia2026.cc - AC Milan sukses menaklukkan Inter Milan 1-0 dalam laga Derby della Madonnina pekan ke-28 Serie A, Senin (9/3) dini hari WIB, di San Siro. Gol tunggal Pervis Estupinan memastikan Rossoneri pulang dengan tiga poin penuh dan membawa euforia ke publik Milan.
Babak pertama berlangsung hati-hati. Kedua tim bermain disiplin, saling menjaga ritme, dan enggan mengambil risiko terlalu besar. Inter sempat mendominasi penguasaan bola, namun mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Momentum berubah menjelang menit ke-34. Kiper Milan, Mike Maignan, menunjukkan refleks brilian dengan menepis tembakan jarak dekat Henrikh Mkhitaryan, menyelamatkan tim dari kebobolan. Kejadian itu menjadi titik balik. Kurang dari satu menit kemudian, Milan langsung melancarkan serangan balik cepat yang dieksekusi Pervis Estupinan dengan dingin, membawa Rossoneri unggul 1-0.
Setelah gol tersebut, tempo pertandingan meningkat drastis. Alexis Saelemaekers dan Nicolo Barella sama-sama memiliki kesempatan untuk mengubah skor sebelum turun minum, namun penyelesaian mereka belum sempurna. Meski Inter unggul tipis dalam statistik xG, skor tetap 1-0 untuk keunggulan AC Milan hingga babak pertama usai.
Laga ini memperlihatkan ketatnya persaingan kedua raksasa kota Milan, di mana disiplin lini belakang dan kemampuan memanfaatkan peluang krusial menjadi kunci kemenangan Rossoneri. Pervis Estupinan pun menjadi pahlawan derby yang akan dikenang oleh fans Milan.
Baca Juga : Rekor Tak Terkalahkan AC Milan Berakhir oleh Parma
Drama Menit Terakhir Babak Kedua: Milan Tahan Tekanan Inter
Babak kedua Derby della Madonnina berlangsung semakin panas. Inter Milan langsung menekan pertahanan Milan sejak peluit kick-off. Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny jadi andalan serangan, sementara peluang emas sempat didapat Federico Dimarco pada menit ke-53, tapi sepakannya melambung di atas mistar.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mencoba mengubah dinamika permainan pada menit ke-59 dengan memasukkan Petar Sucic dan Denzel Dumfries menggantikan Henrikh Mkhitaryan dan Luis Henrique. Inter pun meningkat intensitasnya, mencoba mencari celah di lini belakang Rossoneri.
Sayangnya bagi Inter, cedera juga menghantam mereka. Pada menit ke-68, Alessandro Bastoni harus ditarik keluar setelah kontak keras dengan Adrien Rabiot. Carlos Agusto masuk sebagai pengganti, namun hal ini sedikit mengganggu ritme serangan Inter.
Memasuki menit ke-80, gol tambahan masih belum tercipta. Inter terus menggempur pertahanan Milan, namun kesulitan menembus kotak penalti yang rapat. Lautaro Martinez tetap menunggu di bangku cadangan, belum diberi kesempatan untuk menjadi pembeda.
Ketegangan memuncak di menit 90+1. Pio Esposito terjatuh di dalam kotak penalti, memberi Inter peluang sepak pojok. Percobaan kedua berakhir dengan sepakan Dimarco yang sempat masuk ke gawang, tapi wasit lebih dulu meniup peluit—gol tidak sah. Klaim handball dari kubu Inter juga tidak ditinjau VAR.
Akhirnya, pertandingan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Milan. Rossoneri tetap kokoh di posisi kedua klasemen dengan 60 poin, terpaut tujuh poin dari Inter di puncak. Kemenangan ini menjadi bukti disiplin pertahanan Milan dan efektivitas serangan mereka, sekaligus menambah drama klasik Derby della Madonnina.
Daftar Susunan Pemain
AC Milan (3-5-2): Kiper: Mike Maignan Bek: Fikayo Tomori, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic Gelandang: Alexis Saelemaekers, Youssouf Fofana, Luka Modric, Adrien Rabiot, Pervis Estupinan Penyerang: Rafael Leao, Christian Pulisic Pelatih: Massimiliano Allegri
Inter Milan (3-5-2): Kiper: Yann Sommer Bek: Alessandro Bastoni, Manuel Akanji, Yann Bisseck Gelandang: Federico Dimarco, Henrikh Mkhitaryan, Piotr Zielinski, Nicolo Barella, Luis Henrique Penyerang: Francesco Pio Esposito, Ange-Yoan Bonny Pelatih: Cristian Chivu
Susunan pemain ini menunjukkan kedua tim menurunkan formasi 3-5-2, mengutamakan penguasaan lini tengah dan fleksibilitas menyerang. Milan mengandalkan kreativitas Modric dan Rabiot, serta kecepatan Estupinan dan Pulisic di sayap. Sementara Inter menitikberatkan pada kecepatan Dimarco dan Esposito untuk menembus pertahanan Rossoneri.
Baca Juga : Mariano Troilo Jadi Man of the Match di Laga AC Milan vs Parma
Derby ini jadi laga strategi tinggi, dengan kedua pelatih menyesuaikan formasi untuk menahan tekanan lawan sekaligus memaksimalkan serangan balik.