pialadunia2026.cc - Legenda Manchester United, Gary Neville, melontarkan kritik tajam terhadap mantan manajer Setan Merah, Ruben Amorim. Neville menilai keputusan Amorim yang enggan memainkan Kobbie Mainoo secara reguler menjadi salah satu kesalahan terbesar yang akhirnya berkontribusi pada kejatuhannya di Old Trafford.

Mainoo, yang baru berusia 20 tahun, tidak pernah menjadi starter di Premier League musim ini sebelum Amorim dipecat pada 5 Januari lalu. Situasi berubah drastis setelah kursi pelatih diisi oleh manajer interim, Michael Carrick.

Di bawah arahan Carrick, Mainoo langsung menjadi sosok tak tergantikan di lini tengah. Ia tampil konsisten dan menjadi motor permainan dalam empat kemenangan beruntun United. Penampilan impresifnya tidak hanya membantu posisi tim di klasemen, tetapi juga membuka kembali peluangnya untuk memperkuat Timnas Inggris.

Sebelumnya, saat masih dilatih Amorim, Mainoo bahkan disebut-sebut sempat mempertimbangkan hengkang demi mendapatkan menit bermain cukup, agar tetap berada dalam radar pelatih Inggris, Thomas Tuchel.

Penilaian Neville

Legenda Manchester United, Gary Neville, secara terbuka menyayangkan perlakuan Ruben Amorim terhadap jebolan akademi klub, Kobbie Mainoo.

“Kobbie Mainoo bahkan tidak benar-benar diberi kesempatan di bawah Ruben. Kalau melihat sekarang bagaimana Mainoo bermain di tim ini, itu terlihat seperti keputusan terburuk yang dibuat Amorim,” ujar Neville dalam podcast Stick to Football.

Baca Juga : Prediksi Pertandingan Wolves vs Arsenal 19 Februari 2026

Neville bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai “keputusan yang membunuhnya”, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dampak psikologis terhadap Mainoo. Cara Amorim menangani situasi ini, menurut Neville, berpotensi menghambat perkembangan mental dan performa sang pemain.

Neville Tidak Senang dengan Amorim

Menurut Gary Neville, pernyataan Ruben Amorim di awal musim yang seolah memaksa memilih antara Kobbie Mainoo atau Bruno Fernandes menjadi awal kemunduran sang gelandang muda. Setelah itu, Mainoo jarang mendapat kepercayaan, kecuali dalam laga piala melawan Grimsby.

“Saya tidak pernah suka dengan cara dia menangani Mainoo. Itu seperti membunuhnya secara publik,” tegas Neville.

Komentar keras ini menambah daftar kritik terhadap era singkat Amorim di Old Trafford, yang berakhir lebih cepat dari ekspektasi banyak pihak.

Peluang Masuk Kembali Timnas Inggris

Kini, angin segar berhembus bagi Kobbie Mainoo. Setelah tampil konsisten di bawah arahan Michael Carrick, gelandang muda jebolan akademi Manchester United ini kembali masuk radar Thomas Tuchel jelang agenda uji coba Inggris pada bulan Maret. Kesempatan ini sekaligus membuka peluang bagi Mainoo untuk tampil di Piala Dunia musim panas mendatang, sebuah pencapaian yang sempat terancam ketika ia jarang mendapat menit bermain di awal musim.

Dalam undian UEFA Nations League, Tuchel memastikan bahwa Mainoo kembali masuk pertimbangan, bersama rekan setimnya di United, Harry Maguire dan Luke Shaw. Keputusan ini menegaskan bahwa performa apiknya di klub tidak luput dari perhatian pelatih timnas.

Baca Juga : Matthijs De Ligt Tetap Optimistis, Siap Bangkit Bantu Man United ke Liga Champions

“Sangat menyenangkan melihat dia kembali bermain. Dia talenta besar. Dia sudah pernah bermain penuh dalam sebuah turnamen untuk Inggris, jadi dia kembali dalam pertimbangan,” ujar Tuchel.

Pelatih asal Jerman itu juga menilai perubahan sistem permainan United saat ini lebih mudah diadaptasi ke struktur permainan Inggris. Hal ini dinilainya menciptakan kompetisi yang sehat di skuad Three Lions, sekaligus memberi ruang bagi pemain muda seperti Mainoo untuk bersinar sekaligus menambah kedalaman tim di lini tengah.

Dengan momentum positif di klub dan peluang kembali ke timnas, Mainoo kini berada di posisi yang ideal untuk membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang muda berbakat yang siap menghadapi tantangan terbesar di level internasional.